Judi, Salah Satu Permainan yang Sangat Dilarang

Judi, Salah Satu Permainan yang Sangat Dilarang. Kebanyakan orang sudah tidak asing lagi dengan permainan judi. Permainan yang sangat mudah dimainkan ini, kerap memberikan banyak keuntungan bagi para pemainnya. Di mana, ragam jenis dari permainannya pun sangat banyak. Sehingga, memudahkan pemain untuk mencari permainan yang mudah dan nyaman dimainkan.

Ada banyak sekali ragam jenis permainan judi. Mulai dari yang menggunakan media kartu, sampai dadu. Sebelum dikenal versi online seperti saat ini, permainan judi dimainkan secara konvensional. Di mana, setiap pemain harus mendatangi tempat bermainnya secara langsung dan melakukan taruhan di sana. Hadiah dari perjudian Togel Sydney konvensional bisa berupa harta benda ataupun emas.

Semakin berkembangnya judi dengan pesat, membuat permainan ini bisa dimainkan secara online. Di mana, pemain hanya memerlukan paket internet, ponsel pintar atau laptop dan modal untuk bertaruh. Hanya saja, terdapat larangan bermain judi di beberapa negara. Hal ini membuat permainan tersebut selalu dimainkan secara sembunyi-sembunyi, agar tidak diketahui negara.

Salah satu negara yang melarang adanya permainan ini adalah Indonesia. Di negara ini, pemain kerap bermain secara sembunyi-sembunyi melalui internet. Hanya saja, jika ketahuan, maka akan dihukum sesuai dengan peraturan yang ada. Sebenarnya, bermain judi secara online pun snagat rentan diketahui pemerintah, karena beberapa dari situs bermain tidak memiliki keamanan yang kuat.

Perjudian di Indonesia

Sebelum adanya larangan bermain judi, permainan ini sangat diminati oleh para masyarakat. Bahkan, pemerintah pun ikut andil dalam permainan ini. Di mana, sekitar tahun 1960-an, pemerintah membagikan kupon hadiah yang diundi setiap sebulan sekali. Undian kupon tersebut dilakukan untuk menutupi kekurangan dana dari sebuah badan sosial. Besar dari undian ini bisa mencapai Rp. 500.000 yang pada saat ini sangatlah tinggi.

Setelah itu, munculah jenis beberapa jenis permainan judi lain yang tidak memiliki izin. Salah satunya adalah lotere buntut. Di mana, dalam lotere buntut pemain diharuskan untuk menebak dua angka terakhir dari kupon berhadiah pada saat akan dilakukan pengundian.  Permainan ini pun menyebar luas dan pesat hingga sampai pelosok.

Sementara itu, pada waktu yang sama di ibu kota tidak membuat larangan bermain judi. Justru Gubernur yang pada saat itu menjabat melegalkan permainan judi bernama NALO atau Nasional Lotere. Gubernur tersebut menggunakan undang-undang no.11 thun 1957 sebagai acuan untuk melegalkan permainan tersebut. Hanya saja, setelah terjadinya pelegalan banyak pro dan kontra di masyarakat.

Perkembangan judi yang semakin marak, membuat presiden Soekarno mengeluarkan sebuah keppres. Keppres tersebut memuat tentang permainan judi dan segala musik yang bisa merusak moral bangsa. Adanya keppres ini membuat undian berhadiah ditutup bersama dengan yayasan yang mengelolanya. Hanya saja, permainan judi tidak pernah benar-benar dihilangkan. Malah mengganti nama dan kembali melakukan undian berhadiah.

Undian berhadiah tersebut bisa mencapai omset sampai 1 triliun rupiah dan 2,5 milyarnya digunakan untuk keperluan sosial. Pada saat itu, larangan bermain judi tidak ditegakkan dengan baik. Sehingga, bukanya hilang, permainan tersebut malah berkembang sangat pesat dan menjadi tugas tersendiri dari pemerintah.

Buruknya, pemerintah malah melegalkan jenis perjudian lain yang bersembunyi dalam nama porkas atau pekan olahraga dan kesejahteraan. Pemerintah mengklaim bahwa porkas bukanlah sebuah permainan judi. Bahkan, di dalam porkas tidak ada unsur judi. Nyatanya, porkas sendiri tetap mengharuskan pemainnya untuk menebak menang, kalah atau seri dari sebuah pertandingan.

Semakin merebaknya permainan judi dan semakin tidak adanya larangan bermain judi, membuat banyak sekali orang yang menentang. Tidak hanya dari pihak ulama saja, bahkan para cendekiawan pun mulai membahas tentang permainan porkas dalam sebuah acara silaturahmi. Di dalam acara tersebut dihasilkan, bahwa porkas termasuk ke dalam jenis perjudian.

Tentangan akan adanya permainan judi berupa porkas ini semakin besar. Para mahasiswa pun ikut andil dalam melakukan aksi pertentangan. Aksi protes ini diawali oleh mahasiswa UII (Universitas Islam Indonesia), Yogyakarta pada tahun 1991. Mereka mendesak universitas untuk mengembalikan uang yang diberikan oleh YDBKS untuk membantu pembangunan sarana pendidikan kampus.

Belum adanya larangan bermain judi, membuat aksi ini semakin gencar dilakukan. Di Jakarta, beberapa kios yang menjual kupon-kupon berhadiah dibakar. Sehingga, pada akhirnya undian tersebut berhasil dihapuskan tepatnya pada tahun 1993.

Aturan-Aturan yang Memuat Larangan Bermain Judi

Saat ini, sudah ada beberapa aturan yang membahas tentang permainan judi dan hukumannya. Di mana, aturan tersebut tertuang dalam pasal 303 KUHP, pasal 303 bis KUHP dan pasal 27 UU ITE. Dalam pasal 303 KUHP dijelaskan tentang hukuman penjara paling lama 10 tahun atau denda sebesar 25 juta rupiah bagi para pemain, penyedia, dan pemilik tempat.

Sementara, larangan bermain judi dan hukuman pun tertuang dalam pasal 303 bis KUHP yang merupakan lanjutan dari pasal sebelumnya. Dalam pasal ini, seseorang yang secara sengaja mengikuti permainan judi di tempat umum dan dilaksanakan oleh orang banyak akan dikenai hukuman penjara selama 4 tahun atau denda sebesar 10 juta rupiah.

Pasal 27 UU ITE sendiri lebih memfokuskan hukuman dan denda bagi para penyedia, penyebar, atau pemain judi online. Di mana, hukuman yang akan diberikan berupa penjara paling lama 6 tahun atau denda sebesar 1 milyar rupiah.

Dampak Negatif Bermain Judi

Setelah mengetahui tentang berbagai macam hal terkait perjudian dan larangan bermain judi di Indonesia. Maka, ada baiknya mengetahui dampak negatif yang ditimbulkan dari permainan ini. Sehingga, tidak akan pernah tergiur untuk memainkannya. Adapun beberapa dampak negatif dari permainan judi adalah sebagai berikut.

Lupa Waktu

Ketika seseorang memutuskan untuk bermain judi, maka akan terus penasaran ketika tidak memenangkan permainan. Bahkan, parahnya beberapa kasus menyebutkan bahwa mereka lupa terhadap waktu. Mereka rela membuang waktu istirahat dan bekerja hanya untuk bermain judi.

Menghabiskan Harta Benda

Jika tidak memahami tentang larangan bermain judi, pemain akan dengan mudah mengikuti permainan judi yang ada saat ini. Ketika mereka mulai memberikan modal pertamanya, maka akan membuat ketagihan. Apalagi jika belum pernah memenangkan permainan. Parahnya, para pemain akan rela kehilangan harta benda demi bisa memuaskan hasrat mereka untuk bermain dan menang dalam memainkan permainan tersebut.

Menimbulkan Adanya Tindak Kriminalitas

Ketika hasrat untuk bermain judi tidak terpenuhi dikarenakan harta benda habis, maka mereka akan berhutang. Parahnya, ada beberapa pemain yang malah mencuri harta benda orang lain demi untuk bisa tetap bermain. Bahkan, tidak menutup kemungkinan bahwa mereka berani untuk membunuh siapa saja yang menghalanginya mendapatkan harta benda tersebut.

Itulah beberapa hal seputar tentang permainan judi. Tidak hanya membahas perjudian di Indonesia saja, tapi juga aturan yang memuat tentang larangan bermain judi. Bahkan ternyata, dampak dari permainan judi sangatlah buruk bagi kesehatan ataupun finansial.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *