Pasal yang Mengatur Pelarangan Judi Online Di Indonesia – Indonesia merupakan salah satu negara hukum dimana setiap hal memiliki aturannya. Mulai dari hal terkecil seperti sampah hingga hal yang cukup besar diatur di negara ini. Akan tetapi aturan tersebut tetap saja masih dilanggar oleh beberapa oknum.

Aturan tersebut ada yang tertulis dan ada pula yang tidak tertulis. Salah satu aturan yang tertulis ialah Undang-undang atau UU yang berisi pasal-pasal. Adanya UU menjadi bukti bahwa Indonesia merupakan negara hukum. Itu artinya setiap pelanggaran terhadap aturan, pelakunya akan dikenakan sanksi atau hukuman.

Salah satu hal yang diatur dalam Undang-undang di Indonesia ialah mengenai larangan perjudian online. Judi baik online maupun tidak memang sudah dilarang oleh negara dan juga agama. Pelarangan tersebut tidak sekedar pelarangan biasa saja. Terdapat alasan dibalik pelarangan tersebut, salah satunya yaitu karena bisa merugikan banyak orang.

Agar bisa menasehati para pelaku judi online, Anda bisa menunjukkan isi dari pasal-pasal yang melarang dilakukannya judi online. Berikut beberapa isi pasal tersebut.

UU No. 7 Tahun 1974 Mengenai Penertiban Perjudian

Perjudian online memang sangat perlu ditertibkan karena sangat meresahkan masyarakat di sekitarnya. Pelaku judi biasanya akan turut melakukan hal tercela lainnya saat melakukan perjudian Data Togel Hongkong. Misalnya mabuk-mabukan, berkelahi hingga mengkonsumsi narkoba. Perjudian bisa menjadi titik rusaknya moral dan prilaku seseorang.

Untuk itu, pemerintahan Indonesia membuat Undang-undang pelarangan judi online untuk menertibkan perjudian yang dimuat dalam beberapa pasal. Pada pasal 1 terdapat pernyataan bahwa perjudian merupakan sebuah tindak kejahatan. Sehingga setiap perilaku yang berhubungan dengan judi harus dihindari.

Kemudian pada pasal ke-2 dinyatakan bahwa bagi pelaku perjudian akan diberikan sanksi berupa penjara maksimal 10 tahun. Selain itu, pelaku judi juga bisa dikenakan denda paling banyak mencapai 25 juta. Angka yang cukup fantastis apalagi bagi pelaku judi yang penghasilannya tak menentu.

Dari pasal tersebut, sudah jelas bahwa judi memang merupakan sebuah kejahatan. Itulah mengapa pelarangan judi online di Indonesia sangat diperketat. Banyak orang yang rela melakukan pencurian, penjarahan bahkan menghabisi nyawa orang lain hanya karena menginginkan harta atau uang untuk bermain judi.

Pasal 303 Bis KUHP

Dalam pasal ini terdapat aturan hukum bagi pelaku judi dengan ancaman pidana penjara paling lama empat tahun. Para pelaku judi juga bisa dikenakan denda mencapai  10 juta rupiah. Hal itu berlaku bagi orang yang menggunakan kesempatan bermain judi karena memang tidak mematuhi aturan pelarangan judi online.

Para pelaku judi yang sengaja melakukannya di depan umum serta di tempat umum maak hukuman tersebut berlaku bagi mereka. Hal tersebut sudah jelas memang setiap perilaku perjudian bisa meresahkan masyarakat.

Apabila pelarangan judi online dilanggar dan belum melewati dua tahun semenjak adanya pemidanaan tetap, maka pelaku akan dikenakan pidana. Pidana yang berlaku ialah penjara maksimal enam tahun atau denda maksimal lima belas juta rupiah. Angka tersebut tentunya sangat besar. Apalagi hasil dari perjudian belum tentu bisa mencapai angka tersebut.

Pasal 27 Ayat 2 UU ITE

Pasal ini terletak pada nomor 11 Tahun 2008 undang -undang Informasi dan Transaksi elektronik atau UU ITE. Didalamnya memuat aturan bagi siapa saja yang menyediakan, mengakses, serta mendistribusikan sebuah media agar bisa digunakan perjudian maka ia akan dikenakan sanksi.

Sanksi tersebut berupa hukum pidana penjara maksimal enam tahun. Selain itu, bagi yang melanggar aturan pelarangan judi online juga akan dikenakan denda hingga 1 miliar rupiah. Angka tersebut nampaknya dapat memberikan efek jera bagi pelaku judi online. Aturan tersebut terletak pada pasal 27 ayat 2 dan diatur dalam pasal 45 ayat 1 UU ITE.

Untuk perjudian online, tentunya membutuhkan media untuk bisa memainkannya. Permainan biasanya dilakukan secara online melalui sebuah website atau aplikasi khusus. Para pembuat website serta aplikasi tersebut bisa dipidanakam karena menjadi fasilitator sebuah perjudian. Untuk itu, mereka akan dikenakan UU ITE yang tadi dijelaskan.

 

Pasal-pasal di atas masing-masing mengatur hal yang berkaitan langsung dengan perjudian. Pelarangan judi online sendiri memang sudah tidak asing lagi di telinga mayoritas masyarakat Indonesia. Di negara lain pun sudah jelas bahwa melakukan perjudian merupakan hal yang sangat tidak terpuji dan bisa merugikan.

Meskipun sudah dengan jelas Undang-undang mengatur bagaimana tindak pidana bagi pelaku judi, akan tetapi pelaku judi online sendiri masih marak. Alasan perekonomian terkadang menjadi alasan yang sering mendasari dilakukannya perjudian. Biasanya mereka memiliki tujuan ingin mendapat hasil yang besar dari perjudian agar bisa memiliki uang yang cukup banyak.

Pelarangan judi online pun tidak begitu diindahkan oleh mereka yang memiliki gaya hidup yang terlalu bebas. Untuk judi online biasanya memerlukan media seperti internet,  ponsel atau komputer. Orang dari kalangan menengah keatas biasanya yang mampu mengakses media tersebut. Otomatis gaya hidup mereka membuat mereka tak merasa cukup dengan uang yang mereka miliki saat itu.

Undang-undang sudah sangat menekankan mengenai larangan perjudian. Hukuman pidana yang disebutkan pada pasal-pasal di atas pun cukup memberatkan dan cukup lama. Padahal melakukan perjudian online tersebut bisa saja hanya dengan durasi beberapa jam. Akan tetapi hukumannya bisa berkali-kali lipat.

Belum lagi jumlah denda yang harus dibayarkan nominalnya tentu lebih tinggi dari penghasilan judi online. Mungkin keluarganyalah yang paling dirugikan dalam hal ini. Pelarangan judi online salah satunya ialah untuk menjaga keharmonisan keluarga. Sehingga pasal-pasal yang dibuat oleh negara sangat memberatkan pelakunya.

Tujuan utama dari pasal tersebut tentu agar pelakunya mendapat efek jera untuk tidak melakukan judi online. Apalagi, perjudian jenis ini cukup bisa disembunyikan karena media yang digunakan bisa cukup canggih. Penyebarannya bisa hingga ke mancanegara. Sebab, media online bisa menjangkau siapapun dan dimanapun.

Tindak pidana yang diberlakukan tersebut mengikuti perkembangan zaman pada saat ini. Untuk perjudian online sendiri termasuk kedalam kejahatan dunia maya atau ciber. Sebab, dunia maya disalahgunakan untuk keperluan yang sangat bertentangan dengan hukum. Tak hanya melawan hukum, perjudian juga merupakan perbuatan yang merusak moral.

Pelarangan judi online bisa dijelaskan sedini mungkin kepada masyarakat agar bisa dihindari. Penanaman ilmu agama serta pendidikan yang baik bisa menjadi penghalang terjadinya perjudian. Pastikan setiap orang memahami mengenai bahaya judi hingga akibat yang bisa terjadi akibat judi untuk saat ini dan masa mendatang.

Hal-hal tersebut bisa meminimalisir terjadinya perjudian online. Adanya pasal perjudian berguna menguatkan dan mempertegas larangan perjudian tersebut. Akan tetapi, niat serta keinginan dalam diri seseorang menjadi hal yang paling mendasari bisa terjadi atau tidaknya perjudian tersebut.

Semua pihak harus ikut berperan melawan maraknya perjudian. Pelarangan judi online dibuat agar rakyat Indonesia lebih bermoral, bermartabat dan tentunya bermanfaat. Selain itu, hal tersebut bisa mejadikan Indonesia lebih aman, damai dan juga tentram.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *